GEMBYANGAN WARANGGONO KABUPATEN NGANJUK


 2020-08-16 |  Root

Sejak lama Kabupaten Nganjuk dikenal sebagai gudangnya seniman waranggono. Untuk mengangkat derajat waranggono tayub dan seni tayub, pada tahun 1987 digelar upacara Wisuda Waranggono atau Gembyangan Waranggono.

Upacara ini berlangsung rutin setiap tahun, tepatnya pada setiap Jumat Pahing Bulan Besar, mengambil tempat di punden Mbah Ageng di Desa Ngrajek dan Mbah Budha di Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom.

Prosesi upacara wisuda terlihat unik dan sakral karena melibatkan 16 orang dengan balutan busana khusus dan piñata acara berpakaian adat serta menggunakanan Bahasa Jawa Krama Inggil.

Kesan magis acara ini juga cukup kentara dengan digunakannya kelengkapan upacara seperti gentong, kembang setaman, sampur, dupa, gamelan, dokar serta alat-alat tradisional lain.

Upacara wisuda yang berlangsung selama kurang lebih 5,5 jam ini khusus diperuntukkan bagi waranggono yang sudah lulus oleh beksa, oleh suara dan menguasai paling sedikit 10 jenis tarian dan tembang. Setelah mengikuti acara gembyangan, sang waranggana berhak memiliki kartu induk dan surat ijin pentas